Budaya Samarinda
Kota Samarinda adalah salah satu
kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur,
Indonesia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabutaten
Kutai Kartanegara. Samarinda memiliki tempat wisata yang paling terkenal
yaitu Sungai Mahakam. Sungai Mahakam lah yang membelah Kota Samarinda,
yang menjadi “gerbang” menuju pedalaman Kalimantan Timur. Samarinda juga
terkenal dengan budaya Desa Pampang. Desa ini berjarak sekitar 20 km dari pusat
kota. Budaya ini menampilkan atraksi dari Suku Dayak Kenyah dan Apokayan,
selain itu memamerkan kerajinan asli suku Dayak seperti gelang, cincin, dompet,
kain dll, tari-tarian, ornamen-ornamen rumah asli Dayak yang khas corak dan
warnanya, hingga senjata khas Dayak seperti sumpit dan Mandau,serta nyanyian
tradisional suku Dayak. Dan biasanya berlangsung pada hari minggu. Selain itu,
Samarinda juga memiliki produk budaya dari yang berupa ukir-ukiran dan
pernak-pernik lainnya yang bisa didapatkan di Citra Niaga Selain itu,
Samarinda juga mempunyai produk tekstil yang bernama sarung Samarinda dan
Batik Ampiek, batik yang bermotif ukiran Dayak. Sarung Samarinda ini lah yang
terkenal memiliki nilai Budaya yang tinggi karena corak, warna, dan gambarnya
memiliki ciri khas yang sangat unik.
Makanan Samarinda
Makanan
khas Samarinda sangat beraneka, yang paling terkenal adalah :
- Amplang
Amplang ini sejenis kerupuk yang berbentuk kotak atau lonjong, kebanyakan berbentuk lonjong pendek sebesar jari tangan. mirip sama kerupuk ikan tenggiri. Amplang ini terbuat dari Tepung Tapioka, rempah rempah/bumbu dan ikan. Rasanya asin gurih dan tentunya kriuk kriuk renyah, bisa dimakan langsung ataupun untuk Lauk nasi.
2.
GulaGalit
Gula Gait adalah makanan khas Samarinda yang terbuat dari Gulan Aren dan Gula putih semacam karamel dan di bentuk serupa kayu. Tapi rasanya menggoda di lidah karena manisnyanya yang sangat legit .Rasanya juga tidak terkalahkan dengan gulali. Rasanya top beda dengan cemilan yang kita makan sehari-hari.
Gula Gait adalah makanan khas Samarinda yang terbuat dari Gulan Aren dan Gula putih semacam karamel dan di bentuk serupa kayu. Tapi rasanya menggoda di lidah karena manisnyanya yang sangat legit .Rasanya juga tidak terkalahkan dengan gulali. Rasanya top beda dengan cemilan yang kita makan sehari-hari.
3.
Lempok Durian
Lempok adalah dodol yang dikenal di daerah lain. Kata lempok selalu diasumsikan sebagai dodol durian, karena lempok hampir tidak dikenal. Lempok dibuat dengan bahan utama durian. Selain dodol, ibu saya sering menjadikannya sambal goreng dengan bahan utama durian, dan biasanya dimakan bersama nasi. Hasilnya? Jangan ditanya, pasti bikin ketagihan, karena lauk yang dibuat dari bahan dasar durian ini memiliki aroma yang sangat khas dan rasanya yang jarang sekali ditemui. Jika ingin berkunjung ke Samarinda, saya rasa ini adalah salah satu makanan yang harus dibeli.
Lempok adalah dodol yang dikenal di daerah lain. Kata lempok selalu diasumsikan sebagai dodol durian, karena lempok hampir tidak dikenal. Lempok dibuat dengan bahan utama durian. Selain dodol, ibu saya sering menjadikannya sambal goreng dengan bahan utama durian, dan biasanya dimakan bersama nasi. Hasilnya? Jangan ditanya, pasti bikin ketagihan, karena lauk yang dibuat dari bahan dasar durian ini memiliki aroma yang sangat khas dan rasanya yang jarang sekali ditemui. Jika ingin berkunjung ke Samarinda, saya rasa ini adalah salah satu makanan yang harus dibeli.
4.
Keminting makanan khas samarinda ini adalah
sejenis kue kering yang bentuknya unik dan imut seperti buah kemiri, oleh
karena itu disebut Keminting.
Dibuat dari bahan dasar tepung terigu dengan tekstur yang nampak keras diluar namun renyah ketika digigit. Meskipun tidak sepopuler amplang atau lempok, rasanya yang enak membuat kue ini banyak dicari sebagai oleh – oleh dari Samarinda.
Dibuat dari bahan dasar tepung terigu dengan tekstur yang nampak keras diluar namun renyah ketika digigit. Meskipun tidak sepopuler amplang atau lempok, rasanya yang enak membuat kue ini banyak dicari sebagai oleh – oleh dari Samarinda.
Ciri khas Samarinda
Kota Samarinda yang memiliki motto TEPIAN (Teduh
Rapi Aman dan Nyaman) tentu memiliki cerita yang tak kalah menariknya dibanding
kota-kota lainnya. Samarinda memiliki kampung kuliner nasi kuning, penjual
lemang dijalan Pulau Sebatik yang tak lekang oleh zaman, serta yang ingin
mengunjungi Kampung Pertenunan Sarung Samarinda yang berlokasi di
Samarinda seberang, taman Tepian Mahakam dan
memiliki ikon ikan pesut karena di zaman dulu sampai sekarang ikan pesut
masih tinggal di sungai Mahakam walaupun populasinya semakin berkurang dan itu
yang patut kita selamatkan itulah yang menjadi ciri khas kota
Samarinda. Ketika sudah berkunjung ke suatu daerah, termasuk kota
Samarinda, terasa kurang apabila tidak membawa buah tangan atau
oleh-oleh. Di Samarinda memiliki satu tempat yang bagus dalam menjual
beragam macam oleh-oleh dari produk kerajinan, souvenir dan makanan khas
kalimantan timur pada umumnya dan Samarinda pada khususnya. Pusat perbelanjaan
oleh-oleh khas Samarinda ini ada di Tepian, di depan sungai Mahakam, Dengan
permainan lampu yang tampak elegan serta keunikan etnik kerajinan yang
terpajang di bagian depan toko tersebut, membuat tempat ini terkesan
eksklusif.Toko ini sering kali dikunjungi oleh artis-artis ibukota, pejabat
pemerintahan, serta kawan-kawan komunitas lokal. Dengan begitu, namanya begitu
dikenal di Samarinda, terlebih di ranah media sosial.
selalu membuat daya tarik orang-orang dalam dan luar
Samarinda. Pasalnya itu tadi, meski tempatnya terkesan ekslusif dan sejumlah
orang sudah berandai-andai kalau belanja disana harganya pasti mahal.
Menurut saya, ada klasifikasi barang tertentu barang
tersebut dikatakan mahal. Karena mahal atau tidaknya itu relative. Seperti
kerajinan tas rotan, tas anjat yang juga terbuat dari rotan. Karena proses
produksinya yang memakan waktu dalam beberapa hari dan menemukan kesulitan
tingkat tinggi bagi orang yang tak mengerti cara membuatnya. Butuh keterampilan
baik ketelitian untuk bisa menghasilkan satu kerajinan yang tampak indah saat
digunakan.
Itulah Budaya, Makanan, dan Ciri khas di Kota kelahiran saya
yaitu Samarinda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar